📍 Kelurahan Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan☎ +62 853 9941 5541

Sejarah Kelurahan Tounsaru

Tounsaru adalah kelurahan di Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Wilayah ini memiliki jejak historis sejak masyarakat Roong/Tondano datang untuk berkebun, kemudian membentuk permukiman dan berkembang menjadi kelurahan.

Dari Wilayah Perkebunan, Desa Mandiri, hingga Kelurahan Modern

Bagian sejarah ini dikelola melalui database. Admin dapat menambah, mengubah, atau menghapus bagian sejarah dari dashboard.

Roong/TondanoTounsaruPerang TondanoMapalusUNIMA
1

Era Purba dan Asal-Usul Nama Zaman Malesung

Pada zaman kuno, wilayah Tondano dan sekitarnya berada dalam kesatuan adat yang dikenal dengan nama Malesung. Dalam tradisi Minahasa, leluhur yang dikaitkan dengan Toar dan Lumimuut membagi wilayah hunian setelah musyawarah besar di Watu Pinabetengan. Nama Tounsaru berakar dari bahasa Toulour/Tondano. Kata “Tou” berarti orang, sedangkan “Nsaru” atau “Saru” merujuk pada posisi menghadap atau berada di bagian depan. Secara harafiah, Tounsaru dapat dipahami sebagai kelompok masyarakat atau perkampungan yang berhadapan langsung dengan bentang alam utama, yaitu Danau Tondano dan perbukitan sekitarnya.

2

Masa Perang Tondano dan Kolonial Belanda Abad ke-17 – ke-19

Tounsaru tidak lepas dari pergolakan Perang Tondano. Wilayah sekitarnya menjadi bagian dari lanskap pertahanan masyarakat sub-etnis Toulour dalam menghadapi tekanan monopoli beras dan kerja paksa pada masa VOC serta pemerintahan kolonial Belanda. Kedekatannya dengan Minawanua dan Benteng Moraya membuat kawasan Tounsaru memiliki nilai historis penting. Setelah Benteng Moraya runtuh pada tahun 1809, para penyintas menyebar dan membentuk permukiman baru yang lebih teratur. Tounsaru kemudian bertransformasi dari wilayah pertahanan menjadi kawasan permukiman agraris.

Masa Perang Tondano dan Kolonial Belanda
Ilustrasi Masa Perang Tondano dan Kolonial Belanda.
3

Akulturasi dan Revolusi Pertanian Jaton Tahun 1830

Salah satu tonggak penting dalam sejarah Tounsaru terjadi setelah kedatangan Kiai Modjo bersama para pengikutnya yang diasingkan ke Tondano pada tahun 1830. Kehadiran komunitas Jawa Tondano atau Jaton membawa pengaruh besar dalam sistem pertanian masyarakat setempat. Mereka memperkenalkan teknik pengolahan rawa menjadi persawahan basah berpetak-petak sehingga kawasan Tounsaru, Wewelen, dan Koya berkembang sebagai wilayah pertanian padi yang penting di dataran tinggi Tondano.

4

Masa Kemerdekaan, Permesta, dan Modernisasi Desa 1957 – akhir abad ke-20

Pada masa pergolakan Permesta tahun 1957–1961, Tounsaru yang berada di pinggiran pusat Tondano menjadi salah satu jalur pergerakan logistik dan pertahanan lokal sebelum situasi kembali kondusif dalam naungan NKRI. Sebagai desa agraris, masyarakat Tounsaru mempertahankan nilai Mapalus atau gotong royong khas Minahasa dalam menggarap pertanian, perkebunan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

5

Era Kontemporer dan Pusat Pendidikan Abad ke-21

Saat ini, Tounsaru telah berkembang sebagai kelurahan di Kecamatan Tondano Selatan. Wajah Tounsaru tidak lagi hanya dikenal sebagai kawasan pertanian, tetapi juga sebagai wilayah strategis modern. Kehadiran kawasan Universitas Negeri Manado membuat Tounsaru menjadi ruang hunian dan aktivitas mahasiswa. Selain itu, masyarakat masih melestarikan kearifan lokal, termasuk pemanfaatan tanaman obat tradisional. Posisi Tounsaru juga menjadi akses penting menuju Benteng Moraya dan Danau Tondano.


Arsip Pemerintahan

Lurah dan Kepala Desa Terdahulu

Daftar ini memuat tokoh-tokoh yang pernah memimpin Tounsaru sejak masa desa hingga menjadi kelurahan.

1

Yehezkiel Pangemanan (Alm.)

Kepala Desa / Hukum Tua · 1942-1962

Kepala desa pertama. Tanggal lahir: 20-02-1902.

2

Nani Lantu

Kepala Desa / Hukum Tua

Kepala desa kedua.

3

Habel Boyo Pangemanan

Kepala Desa / Hukum Tua · 1962-1976

Melanjutkan pemerintahan Desa Tounsaru sebelum masa peralihan.

4

Yunus Sumenge

Kepala Desa kemudian Lurah · 1976-1980-an

Dilantik sebagai kepala desa dan kemudian kembali dilantik saat peralihan Desa Tounsaru menjadi kelurahan. Sempat dimutasikan ke kantor kecamatan.

5

Youce Karundeng

Lurah

Menggantikan Yunus Sumenge setelah mutasi ke kantor kecamatan.

6

Fentje Gerungan

Seklur / Pj. Lurah

Sekretaris lurah yang menjabat sebagai Pejabat Lurah.

7

Yosi Sumael, B.A

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

8

Yahya Rondonuwu, S.IP

Pejabat Lurah

Menjabat sebagai pejabat lurah.

9

Yan Paruntu

Pejabat Lurah

Pejabat lurah, tidak dilantik.

10

Welly Manangkot

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

11

Ferry Supit, S.Sos

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

12

Maike Tini Palendeng, S.Pd

Lurah · 13 Maret 2000 - Desember 2006

Masa jabatan tercatat dari 13 Maret 2000 sampai Desember 2006.

13

Mieke Tendean

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

14

Viane Rambitan

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

15

Paulus Manengkey, S.E

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

16

Kenny Mario Lumowa, S.Pd

Lurah

Pernah menjabat sebagai Lurah Tounsaru.

17

Jimmy Muaya, S.I.P

Lurah

Lurah Tounsaru saat ini/terakhir dalam daftar yang diberikan.


Visi & Misi

Visi

Terwujudnya Kelurahan Tounsaru yang tertib administrasi, transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Misi

1. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi. 2. Memperkuat partisipasi masyarakat. 3. Mendorong keterbukaan informasi publik. 4. Menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan.


Struktur Organisasi

Lurah, Sekretaris Kelurahan, seksi pemerintahan, seksi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, seksi ketenteraman dan ketertiban, serta perangkat lingkungan.


Peta Wilayah

Wilayah Kelurahan Tounsaru

Kelurahan Tounsaru berada di Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa. Wilayahnya memiliki potensi sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, dan pertanian serta terhubung dengan kawasan Danau Tondano dan pusat pendidikan di sekitarnya.

📍

Peta Tounsaru dan Kantor Lurah

Gunakan peta interaktif untuk memperbesar, menggeser, atau membuka lokasi secara lebih rinci.


Data Demografi

466
Penduduk
137
Keluarga
5
Lingkungan
2,10
Km²